Focus NTB
HEADLINE NEWS

Faktor Jaringan, Dikbud KSB Sebut 11 SMP Tidak Bisa UNBK

FocusNTB, Sumbawa Barat — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat (Dikbud KSB) memastikan sedikitnya 11 Sekola Menengah Pertama (SMP) tidak bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer yang selanjutnya di singkat UNBK. Sekolah-sekolah tersebut tidak bisa menggelar agenda di maksud karena faktor jaringan telekomunikasi dan keterbatasan sarana dan prasana berupa komputer.

Kepala Dinas Dikbud, Drs. Mukhlis melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Lutfiah Ruswati S.Pd pada media, Senin (16/3) mengatakan, bahwa sekolah yang tidak bisa UNBK rata-rata terletak di daerah terpencil dan masih berstatus Satu Atap (Satap).

Lebih jauh Lutfiah mengatakan bahwa sekolah yang menjadi peserta UNBK di tanah Pariri Lema Bariri cendrung mengalami peningkatan. Contohnya, pada tahun pertama dari pelaksanaan UNBK terdapat lima (5) sekolah saja dari 33 sekolah SMP. Nah, sekarang tinggal 11 sekolah saja. Dalam meningkatkan sekolah menjadi peserta ujian dengan komputer, sambungnya, tidak terlepas dari intervensi Pemda dengan melakukan pengadaan barang untuk sekolah baik komputer dan juga jaringan terlebih di sinergikan dengan Dana Operasional Sekolah (BOS). Hanya saja, menurutnya, tidak bisa di bantu secara serentak karena beban dari keuangan daerah.

“Sekolah yang memastikan diri menjadi peserta UNBK sudah melakukan simulasi dan juga try out untuk edukasi pengenalan,” paparnya.

Terkait pelaksanaan ujian, Kabid Dikdas menjawab rencana ujian sekolah hingga ujian nasional untuk SMP rencananya di gelar sejak tanggal 1 s/d 23 April 2020 mendatang. Karena menyisahkan waktu dua minggu lagi, pihaknya meminta sekolah untuk mematangkan materi dan juga mental siswa dalam menghadapi ujian.

“Semoga tidak ada kendala agar pelaksanaan agenda ujian siswa berjalan lancar meski di tengah mewabahnya virus mematikan,” paparnya.

Menghadapi ujian ini, orang tua juga diminta untuk mengawasi pergaulan anak dan minimalisir penggunaan waktu yang tidak bermanfaat. Jangan bebankan di sekolah saja sedangkan rumah bebas. Menurutnya, prihal ini wajib menjadi attensi orang tua karena erat hubungannya dengan prestasi anak.

“Sekolah yang tidak UNBK, mereka akan manual menggunakan alat tulis,” singkat Kabid Dikdas.

Disinggung soal kelancaran UNBK, Ia sudah berkoordinasi dengan lembaga lain termasuk PLN untuk menjaga listrik agar tidak padam. Kendati demikian, tidak kita bebankan ke anak BUMN saja. Pemda dan sekolah juga menyiapkan alternatif berupa jet set jika sewaktu-waktu padam karena faktor tekhnis.

“UN tahun ini targetnya lulus di barengi dengan nilai yang memuaskan,” pungkasnya.(Kf)

Related posts

Kunjungi Sumbawa Barat, Brigjen TNI Syafrial : TMMD Wujud Nyata Implementasi Tugas TNI Membangun Desa

Redaksi FocusNTB

Satlantas Polres KSB Gratiskan SIM C Bagi Kelahiran 1 Juli

Redaksi FocusNTB

Meriahkan Hari Raya Kurban, Kades Sekongkang Bawah Potong Hewan Kurban Bersama Masyarakat

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment