Focus NTB
HEADLINE NEWS

Sekolah Lockdown, Dikbud: Materi KBM Tidak Terganggu

FocusNTB, Sumbawa Barat — Merujuk pada Surat Edaran (SE) Bupati Sumbawa Barat, bahwa sekolah dari tingkat TK hingga SMP di lockdown sejak 23 Maret hingga 4 April mendatang. Langkah tersebut di ambil pemerintah guna mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang belakangan ini kian mencemaskan.

Kendati lockdown selama dua minggu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat memastikan bahwa materi ajar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.

Kepala Dinas Dikbud, Drs. Mukhlis M.Si pada media, selasa (24/3) lalu di ruang kerjanya mengatakan, bahwa metode pembelajaran yang di gunakan saat ini ialah jaringan telekomunikasi seluler. Tiap tingkatan kelas memiliki panguyuban atau hematnya WhatsApp group. Disitulah teman guru-guru menyampaikan materi ajar dan selanjutnya siswa menuangkan dalam lembar kerja. Selain bahan materi ajar, guru juga dapat meninggalkan Pekerjaan Rumah (PR) bagi siswa.

Sedangkan bagi siswa yang keberadaannya sulit akses jaringan, guru memberikan tugas terstruktur yang materinya sudah di susun oleh guru kelas mata pelajaran. Nah, bahan ajar yang telah di sampaikan akan di evaluasi pada waktu masuk sekolah kembali.

“Sekolah boleh libur. Tetapi penyampaian materi tidak boleh terhenti. Toh itu untuk kebaikan dan masa depan mereka,” ungkapnya.

Yang lebih penting lagi, kata Mukhlis yaitu peran orang tua dalam mengawasi putra putrinya saat belajar. Jangan sampai mereka salah memanfaatkan seluler apalagi menggunakannya sebatas chating dengan teman atau main mainan online.

“Jangan biarkan materi ajar berlalu meski tanpa pengawalan guru. Penyampaian materi bukan karena tuntutan kurikulum akan tetapi kebutuhan belajar siswa,” paparnya.

Disentil soal bagaimana dengan persiapan Ujian Nasional (UN) bagi SMP yang rencananya 20 s/d 23 April mendatang, Ia menjawab, pemerintah pusat rencananya akan melakukan pembatalan ujian melihat urgensi Virus Corona yang penyebarannya kian memprihatinkan.

“Soal standar kelulusan, menunggu info selanjutnya. Karena Pak Mentri dan Presiden, H. Joko Widodo telah menyampaikan ke publik soal pembatalan,” pungkasnya seraya mengatakan bahwa pihaknya menunggu info lebih lanjut soal UN.

Related posts

Tunaikan Janji Ke Warga, Haji Firin Bangun Mushollah di Dusun Daya Makmur

Redaksi FocusNTB

Tidak Ada Perubahan, Tarif Kendaraan Umum Masih Normal

Redaksi FocusNTB

Menjaga Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan di Tanah Kertasari

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment