Focus NTB
HEADLINE SUMBAWA

Koperindag Gelar Pasar Gula Murah

Sumbawa Barat, FocusNTB — Dalam rangka penanganan dampak Corona Disease -19 terhadap ekonomi masyarakat, Pemkab Sumbawa Barat melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) menggelar pasar murah gula pasir di tiga pasar tradisional, yaitu Pasar Tanah Mira, Kecamatan Taliwang, Pasar Maluk, Kecamatan Maluk dan Pasar Seteluk di Kecamatan Seteluk.

Pasar murah terhadap pangan di maksud digelar secara bertahap selama Juni 2020. Pada Rabu (3/6) lalu, pemda menggelar di Pasar Tanah Mira. Sedangkan minggu kedua, rencananya digelar di Pasar Seteluk dan minggu ketiga di Pasar Maluk.

Dalam menyukseskan agenda tersebut, pemda bekerjasama dengan perusahaan produsen gula tambora yaitu PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS). Dalam kerjasama tersebut, perusahaan mengalokasi 9000 ton gula untuk tanah Pariri Lema Bariri.

Kepala Dinas Koperindag, Ir. Amin Sudiono melalui Kepala Bidang Perdagangan, Rahadian pada media, Ahad (7/6) kemarin mengatakan, pelaksanaan pasar murah merupakan bentuk kepedulian pemerintah sekaligus meringankan beban masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dan di beli dengan harga murah.

Untuk diketahui, pemerintah mengalokasikan 3000 ton gula per/kegiatan di tiga pasar. 2000 ton sebar di pasar dan 1000 ton sisanya di jual secara mandiri ke kantor-kantor. Setiap pembeli di perkenan maksimal menebus 2kg saja. Sedangkan soal harga, pemerintah menggunakan harga eceran tertinggi.

Karena kegiatan pasar ini dalam pandemi Covid -19, maka protokol kesehatan wajib di terapkan. Pembeli wajib menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk area bazar. Selain itu, pengunjung juga di cek soal temparatur suhu tubuh serta physical distancing dengan menjaga jarak antrian.

“Dengan di jalankannya protokol kesehatan, masyarakat tidak merasa di hantui oleh penyebaran virus. Sehingga, aktifitas jual beli terhindar dari kerumunan dan tidak berpotensi penularan,” terang Rahadian.

Selain meringankan beban warga, kegiatan ini juga sebagai bentuk inovasi pemerintah prihal pelayanan publik serta mencoba membangkitkan kembali ekonomi yang kian lesu akibat Corona yang mengoyak Indonesia.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Perpani KSB itu menambahkan, pihaknya sengaja memilih pasar sebagai sentral bazar lantaran banyak pengunjung dan menjadi barometer harga penjualan gula dan bahan pokok pangan lainnya.

“Tidak menutup kemungkinan bazar lain akan gelar. Tentunya dengan mematau setiap perkembangan harga,” demikian Raha. (Kf)

Related posts

OPS Gatarin 2020, Satlantas KSB Utamakan Keselamatan Pengendara Lalin.

Redaksi FocusNTB

ASN Nekat Mudik Saat Corona, Bakal Dapat Sanksi Tegas

Redaksi FocusNTB

Pelayanan Maksimal Di Posko Poto Tano, Dinas Perhubungan KSB tambah 6 personil

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment