Focus NTB
HEADLINE NEWS

Bila Hilangnya Moralitas Hukum (Sebuah Tinjauan)

Oleh : Hendry Kusnadi

Penulis adalah Direktur Kajian Kebijakan Publik (K3P)

Dalam filosofi hukum, tujuan hukum ialah mengatur tata tertib hidup bermasyarakat sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Sedangkan moral bertujuan mengatur tingkah laku manusia sesuai dengan tuntutan nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat.

Hukum dan moral memang memiliki hubungan yang sangat erat. Moralitas penegak hukum menjadi kata kunci dan sangat penting sebagai patologi alami dari institusionalisasi hukum, sehingga nilai-nilai hukum menjadi efektif guna memberikan keadilan sekaligus menjadi panduan bertingkah laku bagi manusia (Philippe Nonet dan Philip Selznick; 1978). Dalam pandangan lain, hakim yang terkenal dengan terobosan hukumnya, Bismar Siregar, juga pernah berujar, bahwa dengan materi muatan hukum yang tidak baik sekalipun, tetapi kalau ditegakkan oleh seorang hakim yang baik, maka putusannya akan menjadi baik dan adil.

Kita masih ingat kasus Kelalaian yang tak sama

Kemarin saya sempat membuat status tentang kasus lakalantas di Gianyar – Bali pada 2011 lalu, dimana Lanjar harus menjadi tersangka karena kelalaiannya sehingga menyebabkan istrinya tewas. Sedangkan sopir mobil yang menabrak istrinya, tidak bisa dijadikan tersangka karena kecelakaan di luar kemampuan sopir. Dalam kecelakaan tersebut, Lanjar sebagai pengendara motor dinilai lalai sehingga terjadi kecelakaan karena menabrak mobil di depannya. Dalam kecelakaan itu istrinya, Saptaningsih terpental ke tengah jalan dan kemudian terlindas mobil isuzu panther yang datang dari arah depan. Sedangkan pengendara mobil panther yang menabrak dan menyebabkan tewasnya Saptaningsih tidak bisa dikenai status terdakwa dengan dalih yang sama yaitu karena kelalaian. Akhir dari kasus ini oleh hakim, Lanjar dibebaskan dari segala tuntukan hukum.

Apa yang bisa kita simpulkan dari putusan hakim di atas? Hakim menujukkan bahwa moralitas hukum itu berada di depan. Dan memberikan keadilan hukum itu sebagai tempat perlindungan. Bayangkan saja bila Lanjar harus di penjara sementara istrinya meninggal dunia meskipun atas kelalaiannya sendiri.

Lalu yang viral baru-baru tentang putusan Jaksa 1 tahun penjara terhadap 2 pelaku penyiraman air keras yang membuat mata Novel Baswedan cacat permanen, apakah juga Jaksa telah mendahulukan moralitas hukum?

Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali, ada pepatah Roma yang mengatakan “quit leges sine moribus”. Apalah artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas. Dengan demikian hukum tidak akan berarti tanpa dijiwai moralitas. Moral tanpa hukum hanya angan-angan saja, kalau tidak diundangkan atau dilembagakan dalam masyarakat. Dengan demikian hukum bisa meningkatkan dampak social dari moralitas.

Meskipun hubungan hukum dan moral begitu erat, namun hukum dan moral tetap berbeda, sebab dalam kenyataan mungkin ada hukum yang bertentangan dengan moral atau ada undang-undang yang immoral, yang berarti terdapat ketidak cocokan antara hukum dengan moral, untuk itu dalam konteks pengambilan keputusan hukum membutuhkan moral, sebagaimana moral membutuhkan hukum.

Kesimpulannya, jika moral sudah mampu menjadi roh dalam penegakan hukum kita, dengan sendirinya hukum akan terlepas dari jebakan kepastian legal formalistik. Tetapi lebih dari itu. hukum menjadi responsif terhadap problem sosial dengan putusan-putusan hakim yang menjunjung tinggi kemanfaatan dan keadilan. Dengan begitu, hukum tidak divonis menjadi sebuah simulakrum yang menyimpang, palsu, distortif dan penuh kepura-puraan.

Related posts

Raperda Penanggulangan Penyakit Menular dan Komunikasi Informatika Disahkan DPRD

Redaksi FocusNTB

Roster Kerja Baru PT. AMNT Dalam Analisa Pemda KSB

Redaksi FocusNTB

Pengedar Sabu Partai Besar Antar Provinsi di Kota Mataram Diringkus Polisi

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment