Focus NTB
POLITIK Uncategorized

TPS Pilkada KSB Terjadi Penambahan, Karena Ada Pembatasan Jumlah Pemilih

FocusNTB, Taliwang – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan tahapan pelaksanaan Pilkada sampai pada hari pencoblosan dengan menerapkan protokol kesehatan pemerintah. Salah satu upayanya dengan pembatasan jumlah pemilih pada masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Dengan adanya pembatasan jumlah pemilih pada setiap TPS, maka jumlah TPS untuk pemilihan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bertambah sebanyak 91 TPS atau menjadi 291 TPS,” ungkap Denny Saputra, S.Pd Ketua KPU KSB saat ditemui diruang kerjanya.

Mundurnya waktu pelaksanaan Pilkada pasti akan menyebabkan bertambahnya jumlah pemilih, terutama pemilih pemula dan pemilih pindahan. “Keputusan bertambahnya jumlah TPS itu sendiri sesuai hasil analisa dan kajian KPU KSB, terutama dalam rangka pencehan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),” jelasnya.

Setelah pelaksanaan Pilkada diundur ke bulan Desember ada penambahan pemilih pemula sebanyak 437 pemilih. Sehingga jumlah pemilih sementara menjadi 96.585 pemilih, dari jumlah pemilih sementara sebelum pelaksanaan Pilkada diundurkan sebanyak 96.148 pemilih.

Disampaikan bahwa pemilih pemula dimaksud adalah warga KSB yang dinyatakan berusia 17 tahun terhitung pada 9 Desember mendatang atau pada hari pencoblosan. “Kami berharap kepada pemuda yang merasa akan berusia 17 tahun sebelum hari pencoblosan agar melakukan perekaman data diri, agar memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el),” cetusnya.

“Dimana statusnya belum bisa ditetapkan karena sebelum ditetap menjadi daftar pemilih tetap, terlebih dahulu dilakukan pencoklitan data. Untuk memastikan pemilih yang terdaftar sebagai pemilih sementara benar-benar warga setempat dan sesuai alamat. “Kita bisa memastikan jumlah pemilih tetap, setelah selesai tahapan pencoklitan,” tandasnya.

Diakhir keterangannya Denny mengingatkan, jika semua tahapan yang akan dilaksanakan KPU KSB harus mengacu pada protokol kesehatan, sehingga diakui bahwa beberapa kegiatan sosialisasi harus dilakukan pembatasan jumlah peserta yang hadir, bahkan akan diupayakan sosialisasi secara virtual. “Kami akan berupaya maksimal setiap kegiatan tidak melibatkan banyak orang, karena itu sudah menjadi instruksi dari KPU pusat,” tutup Deny.

READ  Program Firin-Fud Pro Rakyat, Masyarakat Seran dan Rempe Pilih Lanjutkan Dua Periode

Related posts

Program Firin-Fud Pro Rakyat, Masyarakat Seran dan Rempe Pilih Lanjutkan Dua Periode

Redaksi FocusNTB

Tokoh Masyarakat Syamsuryadi Jibes, Jamin Paslon Firin-Fud Menang 93 Persen di 9 TPS Kelurahan Dalam

Redaksi FocusNTB

Paslon Firin-Fud Resmi Malam Ini Ditetapkan Sebagai Pemenang Pilkada KSB

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment