Focus NTB
HEADLINE

Banjir Dukungan, Paslon Firin-Fud Jadi Calon Tunggal Pilkada KSB

Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati, Dr.Ir.H.W.Musyafirin, MM dan Fud Syaifuddin, ST saat melakukan penyerahan berkas di Kantor KPU Sumbawa Barat, didampingi Ketua dan Sekretaris Koalisi Rakyat Luar Biasa

FocusNTB, Sumbawa Barat – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati, Dr.Ir.H.W.Musyafirin, MM dan Fud Syaifuddin, ST mulus melenggang dalam Pilkada KSB periode 2020-2025. Berbagai dukungan masyarakat terus mengalir tak terbendung dari seluruh penjuru dan kalangan menemui kedua figur.

Titik klimaksnya, setelah Partai Nasdem resmi ikut merapat dengan mengusung duet Petahana Firin-Fud beberapa waktu lalu.Sebelumnya Nasdem sempat diisukan berada dalam barisan paslon lain, namun kandas ditengah jalan karena SK DPP Nasdem memutuskan dukung petahana.

Kemarin Paslon Firin – Fud bersama 9 partai koalisi, seluruh simpatisan dan relawan melakukan pendaftaran ke KPU Sumbawa Barat. Berkas pendaftaran bakal calon Bupati-Wakil Bupati Firin-Fud, setelah diverifikasi 2 jam lamanya akhirnya dinyatakan lengkap oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbawa Barat, Jumat (4/9/2020).

Kemudian dalam sambutannya di kantor KPU, Haji Firin mengatakan, pihaknya bersyukur seluruh berkas pencalonan pasangan bakal calon Bupati-Wakil Bupati Sumbawa Barat yang diserahkan kepada KPU Sumbawa Barat semuanya lengkap.

“Alhamdulillah kita syukuri, berkas pendaftaran kami sudah dinyatakan lengkap semua oleh KPU Sumbawa Barat,” kata Haji Firin akrab disapa.

Haji Firin juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan partai politik yang telah mengusung dan mendukung dirinya dan Fud Syaifuddin, ST sebagai bakal calon Bupati-Wakil Bupati Sumbawa Barat untuk maju melanjutkan dua periode kepemimpinan didaerah ini.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan partai politik serta para pendukung dan simpatisan yang telah mendukung kami maju dalam Pilkada Sumbawa Barat 9 Desember 2020 mendatang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KPU Deni Saputra,S.Pd mengatakan, verifikasi atau pemeriksaan berkas ini adalah pemeriksaan berkas pencalonan dan berkas calon, yakni persyaratan pencalonan dan persyaratan calon.

“Persyaratan pencalonan itu, karena dia melibatkan semua partai politik pengusung, maka kita hadirkan semua karena harus kita absen ini. Contoh, partai A, ketua mana, sekretaris mana, partai B ketua mana sekretaris mana, dipastikan harus hadir. Kemudian SK (Surat Keputusan)-nya harus ada dan itu dilegalisir oleh yang mengangkat pengurus itu, misalnya Nasdem kan dilantik provinsi maka yang melegalisir provinsi, PPP yang melantik DPP maka legalisirnya DPP,” kata Deni akrab disapa.

Dan dipastikan, tambah Deni Saputra, seluruh persyaratan pencalonan clear. Tinggal ini persyaratan calon. Kalau persyaratan calon itu meliputi seluruh kelengkapan calon yang melekat pada pribadi calon, seperti ijazah, KTP, NPWP, serta surat-surat yang melekat pada calon.

“Kalau ini harus lengkap, harus ada dulu. Masalah syahnya itu tidak menjadi obyek penelitian dulu. Ijazah ada, walaupun belum dilegalisir yang penting ada dulu. Penyelesaiannya, malam ini kita selesaikan jadi tidak tunggu besok lagi,” tambahnya.

Deni Saputra menjelaskan, dalam pendaftaran ini ada sembilan partai pengusung dan wajib dihadiri oleh ketua dan sekretaris partainya, kalau tidak partai bersangkutan dicoret. Alhamdulillah hadir semua. Sembilan partai pengusung itu adalah partai PPP, PDI Perjuangan, PKS, Gerindra, PKPI, Golkar, Gerindra, PKB, dan Nasdem.

“Jika sampai berakhirnya pendaftaran pada 6 September ternyata yang mendaftar hanya 1 dan kelihatannya hanya 1 karena kursi yang tersisa tidak mencukupi untuk mengusung, maka ada penambahan waktu,” ungkap Deni.

Penambahan waktu tersebut, papar Deni, yakni tiga hari sosialisasinya, 3 hari pendaftarannya, jadi komplit ada enam. Kan nyata-nyata ngumpul jadi satu, kenapa ditambah-tambah, kata Deni, di dalam PKPU nomor 13 tahun 2017, koalisi yang sudah terbangun ini bisa dimungkinkan untuk dirombak supaya menghadirkan calon lagi.

“Dalam hal ada persetujuan seluruh koalisi tentunya. Tapi kalau nanti sampai berakhirnya penambahan waktu tidak ada, kita tetapkan sebagai calon tunggal. Tanggal 6 September berakhir tahapan pendaftaran pertama, 7, 8, 9 itu sosialisasi atau diumumkan, 10, 11, dan 12 itu pendaftaran. Tanggal 12 pukul 00.00 Wita tidak ada yang mendaftar, maka sudah pasti kita akan nyatakan nanti pada penetapan tanggal 23 September dan tidak ada masalah, kita tetapkan sebagai calon tunggal,” jelas Deni Ketua KPU.(Kf)

Related posts

Bupati disambut Tarian, Saat Peletakan Batu Pertama SD Negeri Bukit Damai

Redaksi FocusNTB

Meriahkan Hari Raya Kurban, Kades Sekongkang Bawah Potong Hewan Kurban Bersama Masyarakat

Redaksi FocusNTB

Pemerintah Beri Bintang Jasa Untuk Tenaga Medis Gugur tangani COVID-19

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment