Focus NTB
HEADLINE SUMBAWA

Dua Usulan Jembatan DPUPR Telan 8,9 Milyar

FocusNTB.com, Sumbawa Barat — Sedikitnya dua usulan pembangunan jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat diprediksi menelan anggaran Rp 8,9 milyar.

Dua jembatan dimaksud ialah Jembatan Moteng, Kecamatan Brang Rea yang rusak diterjang banjir pada April 2019 lalu. Satu lagi jembatan yang rencananya di bangun ialah Jembatan Banjar yang menghubungkan Plamlagi dan Banjar Sari di Kecamatan Taliwang.

“Sebenarnya pembangunan Jembatan Moteng dilaksakan tahun ini. Tetapi karena anggarannya di refocusing untuk penanganan Covid -19, proyek tersebut akhirnya batal,” ungkap Kabid Bina Marga, Ahmad Safwan ST yang didampingi Kasi Perencanaan, Nurul Hamdi ST pada media, Kamis (26/11) siang tadi.

Pada usulan pembangunan tahun depan, pembangunan Jembatan Moteng terjadi kenaikan biaya dari semula Rp 1,2 m kini menjadi Rp 1,6 milyar. Selain membangun baru, dana tersebut digunakan untuk membangun pengaman tebing seperti beton atau juga bronjong. Dengan adanya pengaman tebing, tanah menjadi aman dan tidak mudah digerus air.

“Harapan masyarakat setempat, jembatan ini segera di perbaiki untuk mempermudah dan memperlancar akses transportasi,” ungkapnya.

Kendati demikian, Jembatan Moteng masih bisa digunakan, hanya saja kondisinya cukup memprihatinkan terutama di spot Oprit jembatan itu sendiri yang waktu itu dihujam air. Kendaraan dengan tonase beban berat, cukup berhati-hati saat melintas begitu juga kendaraan roda dua.

“Bagi warga setempat, jembatan ini cukup vital untuk mendukung aktifitas sosial masyarakat seperti mengangkut hasil bumi dan juga roda ekonomi,” bebernya lagi.

Sedangkan untuk pembangunan Jembatan Banjar akan menelan biaya yang cukup besar senilai Rp 7,3 milyar. Hampir tiga kali lipat dari anggaran pembangunan Jembatan Moteng. Katanya lagi, ada perbedaan yang mencolok soal anggaran.

READ  Bersama Forkopimda Wabup KSB Sambut Kunjungan Tim Wasev TMMD Ke- 108 KSB

Kenapa anggaran Jembatan Banjar lebih besar, tanyanya, karena panjang dan lebar dua jembatan yang dibangun itu berbeda.

“Wajar ada perbedaan anggaran karena ada perbedaan volume pekerjaan,” pungkasnya. (KF/**)

Related posts

Pangangkutan Batu Kapur PT. Unicerv Melebihi Kapasitas dan Merusak Badan Jalan

Redaksi FocusNTB

Doktor Zul Hadiri Acara Kadin, Prioritaskan Pengusaha Lokal Dalam Pembangunan NTB

Redaksi FocusNTB

Kejar Target Vaksin, Anggota Kodim 1628 /Sumbawa Barat Semangat Laksanakan Pendampingan

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment