Focus NTB
NEWS SUMBAWA

Ruslan Bolin: Karyawan Berhak Menyatakan Pendapat, PT AMNT Jangan Mengekang

Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Sumbawa Barat Ruslan Bolin

FocusNTB, Sumbawa Barat — Meningkatnya kasus ketenagakerjaan disektor tambang wilayah PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) mengundang banyak perhatian dari berbagai kalangan. Dimana persoalan tenaga kerja semakin kompleks dan Dinas terkait dinilai semakin tidak bertaring dalam membela hak pekerja.

Menyikapi hal tersebut, Ruslan Bolin selaku Wakil Ketua DPD KNPI Sumbawa Barat ikut angkat suara terkait massifnya persoalan ketenagakerjaan.

Menurut Ruslan Bolin yang juga eks Wakil Ketua Serikat Pekerja Tambang Tanah Samawa (SPAT) bahwa tidak ada zona nyaman (Perlindungan terhadap tenaga kerja didalam hubungan industrial) dalam area tambang PT Amman Mineral saat ini.

” Didalam UU ketenagakerjaan diatur perlindungan hubungan industrial, dimana pada saat ini perusahaan sering melakukan PHK sepihak terhadap karyawan yang melakukan pelanggaran. Sedangkan didalam UU Ketenagakerjaan diatur tentang hak-hak pekerja disaat mereka melakukan pelanggaran,” Katanya kepada media ini, Selasa (9/2/2021).

Lanjut Ruslan Bolin, pekerja tidak pernah memiliki ruang zona nyaman didalam melakukan aktifitas sebagai pekerja, dimana didalam kaitan mereka sebagai tenaga kerja yang menjadi aset dari perusahaan untuk membantu berproduksi tidak diberi ruang mengemukakan pendapat sebagaimana diatur menurut UU.

” Pekerja itu seharusnya memiliki hak untuk menyampaikan pendapat terkait persoalan yang mereka hadapi dengan perusahaan. Kan miris namanya, jika ada karyawan di PHK secara sepihak akibat dari menyampaikan pendapat,” jelasnya.

Dijelaskan Bolin akrab disapa, PT Amman Mineral termasuk lalai dalam memenuhi hak-hak pekerja yang memang sudah menjadi tanggung jawabnya. Dan didalam kasus terakhir yang menimpa saudara Sudirman adalah murni berasal dari perusahaan.

” Jadi wajar pekerja protes terhadap perusahaan karena mereka diperlakukan secara tidak manusiawi, apalagi sampai tidak memberi makan. Memberi makanan kepada pekerja waktu jam makan adalah hak, sehingga wajib bagi perusahaan untuk memenuhi hak itu,” beber Bolin.

READ  Pengerjaan Hotmix Jalan Desa Beru Jereweh Sesuai Mekanisme dan Aturan, Kades :"Sesalkan Oknum TPK Yang Tidak Sejalan"

Ia juga menyampaikan, dimana didalam UU itu diatur tentang hubungan Industrial, dengan adanya aturan tersebut pekerja tidak harus dikekang untuk tidak menyuarakan apa yang sedang mereka alami.

” Saya peringatkan PT Amman Mineral, bersama mitra kerja dan seluruh perusahaan aliansinya untuk jangan mengekang kebebasan berpendapat pekerja. Mereka berhak protes terhadap perlakuan perusahaan yang secara sengaja melukai hati pekerja,” tegasnya.

Bolin juga menghimbau kepada seluruh pekerja di area site untuk bersikap dan berpikir jernih, karena apa yang menimpa teman-teman pekerja terdahulu juga akan menimpa mereka dikemudian hari.

” Saya berharap kepada seluruh rekan-rekan pekerja untuk bersatu dan bekerja sama, buruh itu satu kesatuan yang harus memiliki satu tujuan yang sama untuk kesejahteraan. Saat ini seluruh pekerja belum sejahtera, mari bersatu untuk mencapai tujuan bersama,” ajak Bolin menutup statementnya.

Sebelum berita ini diturunkan, media ini sudah coba menghubungi Head of Corporate Communication AMNT Kartika Oktaviana dalam rangka meminta klarifikasi. Berkali- kali dihubungi untuk dimintai klarifikasi terhadap tingginya case ketenagakerjaan belum juga memberikan klarifikasi.(FN/Kf)

Related posts

Barisan Oposisi Apresiasi Prestasi Dan Kinerja Haji Firin

Redaksi FocusNTB

Komisi II KSB Dorong Bulog Awasi Harga Beli Gabah Saat Panen Serentak

Redaksi FocusNTB

Bali Diguncang Gempa 4,3 Magnitudo, Getaran Terasa Sampai Mataram

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment