Focus NTB
HEADLINE NEWS SUMBAWA

Kadis Sosial KSB : Penerima PKH Tahun 2021 Bertambah

FocusNTB, Sumbawa Barat — Dukungan bagi masyarakat pra sejahtera terus dilakukan oleh pemerintah pusat. Tahun 2021, Kementerian Sosial Republik Indonesia akan menambah peserta penerima Program Keluarga Harapan di Kabupaten Sumbawa Barat.

Diwawancarai media diruangan kerjanya, Selasa (16/3/2021). Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dr. Syaifuddin membenarkan bahwa ada penambahan penerima Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tersebut.

Ia mengatakan, bahwa jumlah penerima PKH di tahun 2021 ini untuk tanah pariri lema bariri bertambah sebanyak 1.341 Kepala Keluarga yang telah usai dilakukannya pencocokan NIK dan KK oleh pihak Dinas bagi para penerima bantuan tersebut.

“ Saat ini seluruh pencocokan data berupa NIK, KK, kondisi ekonomi dan jumlah anggota rumah tangga di 8 Kecamatan untuk memastikan calon penerima PKH adalah masyarakat yang betul-betul pra sejahtera,” ujarnya.

Ia menjelaskan, data calon penerima PKH berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah diverifikasi dan disahkan oleh Kemensos, sementara pendamping hanya melakukan pencocokan data sesuai dengan administrasi kependudukan dan kondisi rill dilapangan.

“Jadi bukan pendamping PKH yang melakukan pendataan siapa yang berhak menerima PKH. Pendamping hanya melakukan pencocokan data. Jika nantinya hasil pencocokan data tidak sesuai, Pendamping bisa mengeluarkan,” jelasnya.

Selain warga pra sejahtera, syarat kepesertaan penerima PKH adalah memiliki komponen kesehatan (Ibu Hamil, Balita dan Usia Dini), Komponen Pendidikan (SD-SMA) dan Komponen Kesejahteraan Sosial (Lansia di atas 70 tahun dan disabilitas berat).

Sesuai ketentuan, masyarakat bisa dikeluarkan sebagai penerima PKH jika tidak memiliki komponen pendidikan, kesehatan dan kesejateraan Sosial serta telah mampu secara ekonomi. Pihaknya akan memastikan penerima PKH adalah masyarakat yang memenuhi kriteria.

READ  Wabup KSB Buka Pelatihan Paralayang, Harapkan Instruktur Jangan Pelit Ilmu

“ Kalaupun masyarakat pra sejahtera namun tidak memiliki salah satu komponen di atas, maka yang bersangkutan tidak memenuhi syarat menjadi peserta PKH dan yang terpenting masyarakat tersebut wajib memiliki KK dan KTP,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang didapat media per Februari 2021, sebanyak 7.878 KK di KSB telah menjadi peserta PKH yang tersebar di 8 Kecamatan. Bantuan PKH diterima sebanyak empat kali dalam setahun.(MN/Kf)

Related posts

Diduga Ulah Oknum, Pipa Transmisi Perumda Air Minum Bintang Bano Rusak Parah

Redaksi FocusNTB

Berkas Perkara Tersangka YB Dilimpahkan Ke Kejari KSB, Jadwal Sidang Disusun

Redaksi FocusNTB

Tim Sar Gabungan Berhasil Temukan Jenazah Mahasiswi di Dasar Air Terjun

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment