Focus NTB
HEADLINE NEWS SUMBAWA

Kecelakaan Kerja di Tambang AMNT, Karyawan Asal Sumbawa Meninggal Dunia

FocusNTB, Sumbawa Barat — PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) mengonfirmasi bahwa telah terjadi kecelakaan kerja di tambang Batu Hijau. Dari kejadian tersebut, mengakibatkan satu orang karyawan perusahaan rekanan PT AMNT yaitu PT MacMahon Indonesia meninggal dunia pukul 14.56 WITA, Jumat 23 April 2021.

Setelah terjadinya kecelakaan, segera Emergency Response Team (ERT) PT AMNT melakukan upaya evakuasi. Namun pada pukul 15.47 WITA korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian oleh dokter perusahaan.

Sementara Head of Corporate Communications PT. AMNT Kartika Octaviana, yang dihubungi media ini via whatsapp menyampaikan, bahwa almarhum telah bekerja selama dua tahun lebih sebagai operator HT 793 di tambang Batu Hijau merupakan warga asal Kabupaten Sumbawa.

Head of Corporate Communications PT. AMNT Kartika Octaviana, 

“Almarhum yang berusia 31 meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Dan manajemen AMNT telah menyampaikan kabar duka ini kepada pihak keluarga dari almarhum, jelas Vina akrab disapa.

Lebih lanjut Vina menjelaskan, Manajemen AMNT juga telah menyampaikan perihal kecelakaan ini kepada Kepala Inspektur Tambang (KaIT), di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Sesuai dengan protokol, penyelidikan akan berlangsung untuk mengetahui penyebab kecelakaan,” tegas Vina.

Sambungnya, Area kecelakaan telah kami isolasi untuk kepentingan investigasi dan operasional tambang kami hentikan hingga arahan lebih lanjut dari KaIT.

“AMNT berkomitmen untuk menjalankan investigasi secara mendalam mengenai kecelakaan ini dan akan bekerja sama sepenuhnya dengan Kementerian ESDM dalam proses investigasi,” pungkas Vina.

Terpisah Kadisnakertrans KSB yang dikomfirmasi media ini melalui Kabid Hubungan Industrial, Tohiruddin SH menyampaikan, bahwa setiap terjadi kecelakaan kerja dilokasi kerja maka perusahaan tersebut wajib melaporkan kecelakaan kerja ke instansi yg membidangi masalah ketenagakerjaan.

READ  Minimnya Pemberdayaan PT AMNT, Empat Kades Di Jereweh Gelar Pertemuan

Kabid Hubungan Industrial, Tohiruddin SH 

“Laporan tersebut maksimal 2 x 24 jam, yang memuat tantang kronologis dan siapa yang menjadi korban kecelakaan, apakah murni kecelakaan tunggal atau disebabkan orang lain,” papar Kabid murah senyum ini.

Nantinya, pihak Disnakertrans akan meneruskan kepada pihak yang berwenang untuk melakukan pemeriksaan, Pihak pertama pengawas ketenagakerjaan akan turun melakukan investigasi lapangan terkait penyebab kecelakaan dan rekomendasi perbaikan kedepan yang menjadi domain pengawas.

Selain itu lanjutnya, pihak perusahaan juga wajib melakukan laporan ini kepada BPJS kesehatan terkait pembiayaan dan seterusnya.

“Jika karyawan meninggal dunia ada hubungannya dengannya BPJS ketenaga kerjaan seperti jaminan kematian (JKM), jaminan hari tua (JHT), jaminan kecelakaan Kerja (JKK) dan jaminan pensiun (JP),” katanya.

Kemudian yang ketiga instansi terkait yaitu Polri kalau ada yang meninggal, jadi perlu pemeriksaan lapangan dan visum oleh pihak kepolisian terkait kecelakaan dilapangan itu sendiri.

“Terkait tekhnis pemeriksaan diserahkan kepada instansi masing- masing, tentu dipengawas, BPJS dan Kepolisian punya SOP masing-masing yang disesuaikan dengan standar protokol Covid-19 saat ini,” pungkas Kabid Tohir.(Fn-Kief)

Related posts

Tingkat Keamanan Kampung Sehat “Panca Warga” Sangat Tinggi

Redaksi FocusNTB

Bupati Resmikan Kawasan Wisata Datu Seran Farm

Redaksi FocusNTB

BNPB Ingatkan Masyarakat Nusa Tenggara dan Bali, Waspada Gempa 8,8 Magnitudo

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment