Focus NTB
HEADLINE LOMBOK NEWS

Selundupkan Sabu dari Batam, Dua Pemuda Diringkus Polda NTB

FocusNTB, Mataram – Aparat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat berhasil meringkus dua pemuda asal Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Keduanya diduga menyelundupkan narkoba jenis sabu dari Batam, Kepulauan Riau, melalui pelabuhan.

“Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan masyarakat, kedua penyelundup berinisial MY (23) dan ZA (20) diringkus ketika keluar dari kapal penyeberangan di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat,” ungkap Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf di Mataram, Jumat 21 Mei 2021.

Dari hasil pemeriksaan badan, lanjutnya, petugas menemukan barang haram berupa serbuk kristal putih dan keduanya terungkap menyembunyikan paket sabu di dalam dubur.

“Ketahuan barang haram disembunyikan dalam tubuhnya yang dimasukkan diduburnya, setelah kita lakukan ‘rontgen’ di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram,” jelasnya.

Sementara MY dari hasil pemeriksaan, jelasnya, mengeluarkan tiga bungkus plastik hitam berlapis kondom dari dalam duburnya. Begitu juga dengan ZA, mengeluarkan dua bungkus.

“Dengan total ada lima bungkus sabu, yang beratnya diperkirakan mencapai 520 gram,” katanya.

Pengakuan kedua pelaku kepada petugas, sebelum tiba di Lombok melalui jalur darat barang haram tersebut diselundupkan dari Batam , dimana keduanya menggunakan maskapai penerbangan dari Batam ke Bali.

Kemudian dari Bali pelaku menggunakan jalur darat, menyeberang dengan kapal dari Pelabuhan Padang Bai ke Lembar,” papar dia.

Paket setengah kilogram sabu tersebut rencanya akan beredar di wilayah Lombok Timur. Keduanya mengaku hanya sebagai kurir. Perannya dikuatkan dengan pengakuan MY.

Selain itu, My juga mengaku kepada polisi sudah empat kali menyelundupkan sabu dari Batam ke Lombok. Dan setiap membawa satu ons sabu, dia menerima upah Rp10 juta dari pesuruh.

“Oleh sebab itu polisi menyimpulkan ada peran pesuruh dari aksi penyelundupan sabu asal Batam. Sehinga kita kembangkan siapa orang yang menyuruhnya,” ujar Helmi.

READ  Gempa M 5,5 Guncang Sumbawa Barat, Tak Berpotensi Tsunami

Atas perbuatanya, kedua pelaku terancam pidana penjara 20 tahun dan atau seumur hidup, atau pidana paling berat hukuman mati.sesuai dengan pidana Pasal 112 Ayat 2 dan atau Pasal 114 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Mapolda NTB dan ditetapkan sebagai tersangka guna untuk penyelidikan lebih lanjut.(FN)

Related posts

Kunjungi Sumbawa Barat, Brigjen TNI Syafrial : TMMD Wujud Nyata Implementasi Tugas TNI Membangun Desa

Redaksi FocusNTB

Roster Kerja PT. AMNT Dinilai Tidak Manusiawi Dan Menyepelekan Aspek Keselamatan Kerja

Redaksi FocusNTB

Humas Polda NTB Sambangi Polres KSB, Tekankan Harmonisasi

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment