Focus NTB
HEADLINE

Kunjungan Silaturrahmi Danlanud ZAM di Mantar KSB

FOTO. Komandan Lanud TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid (ZAM) Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kolonel Pnb Khairun Aslam dalam kunjungan silaturrahmi Wisata Bukit Mantar

FocusNTB, Sumbawa Barat — Mantar merupakan salah satu desa yang masuk wilayah Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang berada di atas punggung bukit pada ketinggian 630 meter di atas permukaan laut.

Tempat ini bahkan digadang-gadang sebagai salah satu spot olahraga kelas dunia. Hal itu, kemudian menjadi alasan bagi banyak wisatawan untuk mulai melirik Mantar sebagai tujuan bertualang dan berwisata.

Dengan landasan paralayangnya, Mantar menjadi salah satu spot terbaik dunia selain di Palu Sulawesi Tenggara. Itulah mengapa di tahun 2017 diadakan ajang Mantar Paragliding XC Open yang ketiga pada 18-24 Juli 2017, mempertemukan atlet lokal dan mancanegara perwakilan Asia hingga Eropa.

Keindahan pesonanya juga mendapat pujian dari Komandan Lanud TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid (ZAM) Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kolonel Pnb Khairun Aslam saat mengunjungi Wisata Bukit Mantar dalam agenda silaturrahmi dirgantara.

“Sejauh mata memandang yang tersaji adalah keindahan, Bukit Mantar sangat indah, menyajikan perpaduan panorama alam yang mempesona dan hawa dingin khas pegunungan. Kondisi cuaca di sini cukup stabil karena secara keamanan Wisata Mantar tergolong aman, sehingga layak dikunjungi,” ungkap Kolonel Khairun Aslam saat di wawancara sejumlah awak media di lokasi dalam agenda silaturahmi dirgantara, Sabtu (19/6/2021).

Lanjutnya, di Mantar terdapat spot landasan paralayang yang menantang. Bahkan, landasan di Mantar ini disebut-sebut sebagai salah satu spot paralayang terbaik di dunia. Ia juga menyarankan kepada Pemerintah Daerah, untuk menyiapkan sumber daya manusia yakni pilot paralayang dalam rangka pengembangan wisata paralayang.

READ  Kapolri Jendral Sigit Janji Akan Selektif Terapkan UU ITE

“Keindahan exotisme Bukit Mantar, menjadikannya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai salah satu obyek wisata unggulan. Di pagi hari, Mantar menyajikan matahari terbit yang akan membuat hati para pengunjungnya bergetar,” paparnya.

Ia menambahkan, supaya fasilitas dan infrastruktur di Mantar dapat ditingkatkan lagi, mengingat keberadaan dan bentang alamnya sangat potensial untuk dikembangkan.

“Sangat disayangkan, jika obyek wisata yang sangat indah dan sudah terkenal ini justu belum tertata dengan baik. Padahal, kalau dilengkapi fasilitas memadai dan dikelola secara baik maka akan bisa mendatangkan PADes bagi desa setempat dan meningkatnya taraf hidup masyarakat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Site Mantar sebelumnya hanya berupa ladang jagung dan belum memiliki daya tarik. Namun pada tahun 2014 yang lalu, sosok H. Deden Zaidul Bahri muncul dengan gagasan dan ide segar untuk mewujudkan mimpi agar Mantar mendunia. Berangkat dari ide gila tersebut, mimpi Mantar diwujudkan secara perlahan, hingga saat ini berbagai kegiatan telah digelar mulai dari event lokal hingga event go internasional.

Nampak Site Mantar awalnya hanya berupa ladang jagung, kemudian disulap H. Deden menjadi Lokasi Site Paralayang

Hal ini, juga di benarkan oleh salah satu Anggota DPRD Mustafa HZ, yang juga mantan Kepala Desa Mantar dua periode saat dikomfirmasi Media Focus NTB melalui via handphone.

Menurutnya, lokasi site paralayang berawal dari sebuah ladang yang ditanami jagung, yang kemudian mengundang penerbang dari Batu Malang untuk dapat mencoba lokasi di Mantar dengan tujuan dapat diberikan advice tentang apakah layak atau tidaknya lokasi Mantar dikembangkan.

“Alhamdulillah rekomendasinya saat itu keluar, sehingga membuat beliau (H. Deden, read) menjadi semangat untuk dapat mewujudkan mimpi kecilnya itu. Sejumlah penerbang paralayang nasional pernah mencoba sensasi Mantar, mulai dari Mas Reza Kambey (Alm) pernah terbang, ada Mas Haris juga, Mas Imam juga pernah terbang dan ada beberapa yang lainnya. Disitulah cikal bakal H. Deden mulai membuat konsep, merencanakan, dan mewujudkan mimpi Mantar mendunia menjadi nyata,” papar Dewan Mustafa akrab disapa.

READ  Sebanyak 28.760 Vial Vaksin Sudah Tiba Di NTB

Dijelaskannya, berkat tangan dingin H. Deden Zaidul Bahri, kini Mantar mendunia dan menjadi icon wisata internasional yang berhasil memikat wisatawan mancanegara. Akhirnya pada tahun 2015 bendera dari berbagai negara berkibar di Bukit Mantar.

Pada tahun 2015 bendera dari berbagai negara berkibar di Bukit Mantar

Tidak sampai disitu, katanya, H. Deden kemudian menginisiasi memboyong sejumlah pemuda Mantar berangkat belajar ke Batu Malang agar memperoleh skill dibidang paralayang. Dengan harapan beliau, pemuda Mantar tidak menjadi penonton di kampungnya sendiri.

“Niat yang sungguh mulia, langkah tersebut pun tidak sia-sia, sekembalinya dari Malang sejumlah pemuda tersebut mencoba penerbangan perdana di Mantar dengan bantuan instruktur. Akhirnya Penerbang mantar lahir berkat jerih payah dari H. Deden, meskipun sebelumnya banyak yang menolak karena olahraga Paralayang dianggap membahayakan,” paparnya.

Nampak pemuda desa mencetak sejarah menjadi penerbang pertama mantar dan disaksikan sejumlah warga

Tambah Dewan Mustafa, Bukit Mantar juga dikenal sebagai titik keberangkatan untuk paralayang. Saat mulai terbang dari Mantar, para penerbang akan melintasi perbukitan hijau dan pantai yang menakjubkan. Tak heran jika Mantar pernah menjadi tuan rumah kompetisi olahraga paralayang tingkat internasional.

“Terbukti pada tahun 2017, Event Mantar Paragliding XC Open sukses digelar dari 18-24 Juli lalu, dengan jumlah peserta yang mendaftar saat itu mencapai ratusan orang, 40 orang diantaranya dari mancanegara, 15 Negara dari Asia dan Eropa ikut berpartisipasi. Tentu ini semua berkat kerja keras dan kegigihan dari sosok H. Deden,” tukasnya.

Nampak H. Zaidul Bahri, SH (H. Deden) dalam Acara Jumpa Pers, Mantar Paragliding XC Open, Lombok Astoria Hotel

Terakhir ia menyampaikan, Desa Mantar memiliki bukit yang menjadi daya tarik utama wisata di KSB. Wisata Mantar disebut juga dengan “Negeri di atas Awan”. Hal ini bukanlah tanpa alasan. Karena dari bukit ini, pengunjung dapat menyaksikan indahnya kepulan awan menutupi pemandangan. Yang membuat siapapun akan terpesona memandangnya.

READ  Satu Pengedar Ditangkap, Bukti AKBP Heru Muslimin Serius Berantas Peredaran Narkoba di KSB

“Oleh karena itu Desa Mantar menjadi pilihan wisata yang menarik ketika libur tiba. Tidak jarang jika rombongan wisatawan seperti mahasiswa dan rombongan keluarga hilir mudik setiap akhir pekan,” pungkasnya.(Fn-Kief)

Related posts

Gubernur NTB Konsisten Merespon Dengan Cepat Sejumlah Keluhan Masyarakat Di Media Sosial

Redaksi FocusNTB

Wagub NTB Harapkan Pers Jadi Garda Terdepan Tangani Covid-19

Redaksi FocusNTB

Komandan Kodim 1607/Sumbawa Launching Project Pompa Hidram Tahap II

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment