Focus NTB
HEADLINE LOMBOK NEWS

Varian Delta Sudah Masuk di NTB, Dengan Jumlah 13 Kasus Terdeteksi

FOTO. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah

FocusNTB, Mataram — Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan bahwa varian delta sudah masuk di wilayah Nusa Tenggara Barat, dengan jumlah 13 kasus. Di mana 5 orang sudah dinyatakan sehat, 4 orang sedang isolasi mandiri dan 1 orang yang masih dalam pantauan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB.

Untuk itu, dengan terdeteksi 13 kasus positif Covid-19 varian delta asal India, Wagub mengimbau warga untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) dari pemerintah. Diketahui, hingga 8 Juli 2021, jumlah kasus COVID-19 di NTB mencapai 15,289 kasus, 13,855 sembuh, 816 masih isolasi dan 618 meninggal dunia.

“Yang patut kita syukuri saat ini, kondisi mereka baik, cuma ada satu orang masih terus dalam pemantauan dan kita berharap kondisinya tidak memburuk,” jelas Wagub Rohmi dalam konferensi persnya kepada sejumlah awak media di Mataram, Jum’at (08/07/2021).

Wagub menyampaikan, ke-13 kasus positif COVID-19 varian delta ini tersebar di sejumlah wilayah NTB, di antaranya lima kasus berada di Kota Mataram, dua kasus di Lombok Barat, satu kasus di Sumbawa, dua kasus dari Jawa Tengah, satu kasus dari Jawa Timur, satu kasus dari Jawa Barat dan satu kasus di Kabupaten Bima.

Wagub menegaskan kondisi NTB dalam keadaan aman, meski kasus COVID-19 varian delta sudah masuk di NTB. Termasuk, ketersediaan obat-obatan, vitamin dan oksigen juga aman.

“Diharapkan kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada yang lebih tinggi. Dalam artian lebih patuh, disiplin, dan ketat menjalankan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan,” tuturnya.

Selain itu, Wagub NTB, mengimbau masyarakat agar mau divaksinasi guna mencapai target 70 persen masyarakat NTB yang tervaksinasi.

READ  Warga Seteluk : "Dulu Saja Bapak Ada Lawan Kami Bisa Menangkan, Apalagi Sekarang Tidak Ada Lawan

“Work From Home (WFH) harus ditaati oleh provinsi maupun kabupaten/kota, menegakkan protokol kesehatan di pusat keramaian seperti pasar, dan untuk sekolah agar mencermati perlu/tidaknya untuk tatap muka (disesuaikan),” tandasnya.

Terpisah, Direktur RSUD Provinsi NTB, dr Lalu Herman Mahaputra dalam keterangannya, mengakui 13 kasus positif tersebut masuk dari luar wilayah, terutama dari Pulau Jawa.

“Ini masuknya dari luar daerah. Karena kita tidak bisa menutup NTB ini. Dikarenakan arus mobilisasi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, saat ini kita melakukan pengetatan masuk ke NTB dengan menyertakan hasil tes PCR,” harap dokter Jack sapaan akrab Dirut RSUD Provinsi NTB.

Ia menambahkan, untuk menekan laju COVID-19 varian terbaru tersebut, pihaknya terus melakukan tracking. Termasuk, mempercepat proses vaksinasi kepada masyarakat yang belum tervaksinasi.

“Harapan kita vaksinasi ini bisa dipercepat, meskipun vaksinasi ini bukan satu-satunya tapi paling tidak kita bisa menahan laju virus tersebut,” pungkasnya.(FN)

Related posts

Warga Kompak, Pilar 4 STBM Desa Seteluk Tengah Tuntas 100 Persen

Redaksi FocusNTB

Nasdem Berlabuh ke Petahana, Firin-Fud dipastikan Lawan Kotak Kosong

Redaksi FocusNTB

Tim Respon Cepat Tanggani Beberapa Hal

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment