Focus NTB
HEADLINE NEWS

KSB Rintis Pemanfaatan Lahan Kering di Desa Senayan

FocusNTB, Sumbawa Barat — Pertanian merupakan salah sektor ekonomi strategis di Kabupaten Sumbawa Barat. Walaupun nilai tambah yang dihasilkan tidak sebesar sektor pertambangan, namun penyerapan tenaga kerja pada sektor ini tertinggi dibandingkan sektor lainnya. Dengan demikian kebijakan di sektor pertanian berhubungan erat dengan sebagian besar masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini.

Padi dan jagung merupakan produk andalan utama Kabupaten Sumbawa Barat.Untuk dua komoditi ini, termasuk daging sapi, Kabupaten Sumbawa Barat sudah mencapai surpus dan bisa mensuplai daerah lain.  Ini tentu akan menjadi pendukung bagi Kabupaten Sumbawa Barat menuju kabupaten mandiri pangan.

Kemandirian pangan dalam hal ini diartikan sebagai kemampuan dalam memproduksi Pangan yang beraneka ragam dari dalam Kabupaten Sumbawa Barat sendiri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan Pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat.

Sedangkan pangan sendiri adalah, adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan Pangan, bahan baku Pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau pembuatan makanan atau minuman.

Kemandirian pangan pangan menjadi suatu keharusan untuk diwujudkandi Kabupaten Sumbawa Barat.  Dan inipun telah menjadi salah satu misi dalam RPJMD Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2021-2026 yaitu, “KSB Baik dalam Kemandirian Pangan”.  Terkait dengan hal tersebut, upaya untuk meningkatkan produksi pangan dari sektor pertanian dilakukan melalui peningkatan produktivitas maupun areal panen perlu terus dilanjutkan.  Produktivitas ini masih sangat potensial untuk ditingkatkan melalui penerapan teknologi yang tepat, termasuk penggunaan agroinput yang berkualitas, diantaranya adalah benih/bibit yang berkualitas.

READ  PKK NTB Jalin Sinergi Untuk Perbaiki Dampak Sosial Akibat Pandemi
Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M. (tengah) bersama H.M. Syafruddin anggota Komisi IV DPR RI saat meninjau lokasi pengembangan lahan kering di desa Senayan Kecamatan Poto Tano KSB.

Berkaitan dengan itu semua, pada hari Senin, 30 Agustus 2021 di Desa Senayan Kecamatan Poto Tano, Bupati Sumbawa Barat Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M. melaunching dan melakukan penanaman perdana Kebun Entres Kopi Robusta dan Rumput Biograss Agrinak/rumput gajah Varietas Unggul Balitbangtan. Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota komisi IV DPR RI Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa H. M. Syafruddin, S.T., M.M., Kepala Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (Bbsdlp), Kepala Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Bioteknologi Dan Sumber Daya Genetik Pertanian, Kepala Dinas Pertanian Dan Perkebunan Provinsi NTB, Ketua DPRD KSB, Kepala dinas Pertanian KSB, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala BKPSDM kSB, Camat Poto Tano dan para petani LKIK desa Senayan.

Bupati KSB bersama H. Syafruddin saat penanaman perdana kopi robusta di lokasi pengembangan lahan kering desa Senayan

Seperti yang tertuang dalam naskah pidato bupati, disebutkan bahwa apa yang dilakukan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Balitbang Pertanian Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertanian di Desa Senayan Kecamatan Poto Tano ini tentu sejalan dengan misi KSB Baik Dalam Kemadirian Pangan.  Kita semua melihat di sini, BBSDLP melakukan riset pengembangan dan penerapan teknologi penyediaan air untuk lahan kering, penangkaran benih jagung hibrida, pengembangan kebun induk kopi dan rumput gajah (biograss agrinak), penanganan pasca panen dan peningkatan kapasitas dan kelembagaan petani.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sangat mendukung pelaksanaan Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) program Pertanian Adaftif Berbasis Agroekosistem di Lahan Kering Iklim Kering (PETANI LKIK) ini.  Terima kasih kami sampaikan kepada Kepala Badan Litbang Pertanian, Kepala Balai Besar Penelitan dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) yang sudah berkunjung ke Kabupaten Sumbawa Barat, dan semua pihak yang terlibat dalam mendukung program ini.

READ  Menjamurnya Ritel Alfamart dan Indomaret di KSB, Mematikan Ekonomi Masyarakat Kecil

“Dan secara khusus ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Bapak H. Muhammad Syafruddin, ST., MM., Anggota Komisi IV DPR RI, atas dukungan Bapak pada program ini.  Kami berharap agar Bapak dan teman-teman di Komisi IV DPRI tetap memberi dukungan untuk keberlanjutan program ini dan program lainnya di Kabupaten Sumbawa Barat di tahun-tahun mendatang hingga tuntas dan berhasil. (**)

Related posts

Panglima TNI Dampingi Presiden RI Tinjau Serbuan Vaksinasi di GBK Senayan

Redaksi FocusNTB

Bawaslu KSB Petakan Titik Rawan Pilkada Dari Tingkat TPS

Redaksi FocusNTB

Dandim 1628/SB Bersama Bupati Sumbawa Barat Hadir Lauching Pompa Hidram Tahap II Dan Deklarasi Gerakan Jaga Alam Dan Air

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment