Focus NTB
HEADLINE OLAH RAGA SUMBAWA

Pembebasan Lahan Di Kiantar Tuntas 100 Persen, Tahun 2022 Bandara Dibangun

FOTO. Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir.H. W.Musyafirin, MM 

FocusNTB, Sumbawa Barat — Rencana Pembangunan Bandara Baru Sumbawa Barat di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, akhirnya menemukan jalan keluar. Pasalnya, setelah keseluruhan lahan seluas 124 hektar untuk pembangunan bandara tersebut dinyatakan lunas dibayar 100 %.

Dalam prosesnya, pembebasan lahan bandara itu sangat rumit dan menuai pro kontra ditengah-tengah masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang menolak, dan bahkan berbagai kalangan menuding Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir.H. W.Musyafirin, MM hanya mencari sensasi dan popularitas untuk mencari modal menjadi calon Gubernur NTB tahun 2024.

Meskipun demikian, tidak membuat Bupati Sumbawa Barat patah semangat dan secara konsisten mengedukasi masyarakat bahwa kehadiran bandara baru Kiantar sangat fundamental bagi kemajuan daerah dan akan mendatangkan multi player efek bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan terbukanya lapangan kerja baru bagi angkatan kerja di KSB.

Selain itu, Bupati Sumbawa Barat meyakini bahwa kehadiran Bandara Kiantar akan menjadi gerbang masuk investasi di Sumbawa Barat. Dan Alhamdulillah, berkat keuletan dan kegigihannya memperjuangkan keberadaan Bandara tersebut akhirnya tuntas, dimana lahan seluas 124 hektar dari yang diperuntukkan untuk pembangunan dinyatakan lunas 100 % dilakukan pembayaran dengan skema sistim ganti untung.

”Alhamdulillah Pembebasan lahan seluas 124 hektar untuk kebutuhan Pembangunan Bandara Kiantar telah tuntas 100 % terbayarkan,“ Ungkap Bupati kepada sejumlah awak media dalam sambutannya saat Launching Perdana pelayaran Kapal Cepat KM Tenggara Satu dengan rute dermaga F3 Poto Tano ke Labuan Lombok Lotim, pada Kamis ( 09/09/2021).

Dengan tuntasnya pembayaran pembebasan tanah Bandara tersebut, maka segera dilakukan penyusunan DED, DED atau detailed engineering design merupakan perencanaan yang lebih rinci dan lengkap dalam bentuk gambar-gambar design beserta spesifikasinya yang siap dilaksanakan di lapangan. termasuk kajian kajian lainnya sesuai SOP pembangunan bandara baru tersebut.

READ  Pasar Tana Mira KSB Raih Nominasi Pasar Tersehat Dalam Lomba Kampung Sehat Se-NTB

”Setelah melalui beberapa tahapan kajian dan dokumen lengkap, insya Allah tahun 2022 pembangunan bandara baru segera dilakukan,” papar Bupati dua periode ini.

Sementara, dalam keterangan pers sebelumnya, Bupati mengatakan, bahwa terkait pembebasan lahan bandara di Desa Kiantar, tidak akan ada masyarakat yang dirugikan karena menggunakan sistem ganti untung. Dimana harga tanah ditentukan di atas nilai transaksi berjalan.

“Dan secara moral, etika dan ilmu, harga tanah ditetapkan setelah melalui kajian dan pemetaan oleh KJPP/Appraisal. Dan ini sudah sangat berkeadilan sekali karena sudah dihitung secara matang,” ulas Bupati.

Selain itu, Bupati menegaskan, bahwa harga rata-rata terendah per hektar Rp 427 juta, sedangkan harga tertinggi Rp 527 juta per hektar. Harga tersebut adalah harga yang sudah baku, yang dikeluarkan Tim appraisal. Dan dapat dipastikan bahwa penilaian harga dilakukan secara profesional, tanpa ada intervensi dari pihak mana pun,” Pungkas Haji Firin sapaan akrab Bupati.(FN-Kief)

Related posts

Menkopolhukam Bersama Rombongan Kunjungan Kerja Ke NTB

Redaksi FocusNTB

Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19, TNI-Polri dan Instansi Terkait Lakukan Patroli Skala Besar

Redaksi FocusNTB

Bhabinkamtibmas Meraran Dampingi Polhut Sita Kayu Sonokeling

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment