Focus NTB
HEADLINE NEWS

Setiap PPDB, Dikbud KSB Terapkan Sistem Zonasi

FocusNTB, Sumbawa Barat — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat (Dikbud KSB) telah menerapkan sistem zonasi berbasis aplikasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dimana, hal tersebut tertera didalam Peraturan Mentri pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran baru.

Prihal diatas disampaikan oleh Kepala Dinas Dikbud KSB, Drs. Mulyadi, M.Si Melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, Lutpiah Ruswati, S.Pd.,M.Pd, saat diwawancarai media diruang kerjanya, Kamis (21/10/2021).

“Sistem zona berbasis aplikasi dalam PPDB ini sebagai upaya untuk menghapus predikat sekolah favorit, termasuk meningkatkan akses layanan pendidikan di sekolah tanpa memandang kelas ekonomi orang tua siswa,” kata Lutpiah.

Ia menjelaskan, bahwa dengan dilakukannya pendaftaran menggunakan sistem aplikasi tersebut, agar pendaftaran tidak dilakukan secara tatap muka karena status daerah saat ini masih dilanda pandemi Covid-19.

“Jadi jika saat PPDB, para peserta didik atau wali murid bisa melakukan pendaftaran melalui aplikasi yang memang dirancang untuk melakukan pendaftaran secara online,” ujarnya.

Nantinya, ketika dilakukannya pendaftaran, didalam aplikasi tersebut akan diminta untuk mengisi alamat calon siswa, karena pertimbangan yang utama dalam PPDN itu adalah domisili peserta didik dengan sekolah.

“Jadi, jika peserta didik berada pada wilayah yang bukan dari zonasi sekolah yang menjadi tujuan, maka didalam aplikasi untuk melakukan proses pendaftaran akan gagal atau ditolak oleh sistem,” bebernya.

Ia mengakui, bahwa didalam pelaksanaan PPDB sistem zonasi memang memunculkan protes dari wali murid, lantaran ingin anak-anaknya masuk pada sekolah tertentu atau yang menjadi tujuan, sementara lokasi domisili cukup jauh atau diluar zona sekolah tersebut.

READ  Dikbud KSB Sebut Rehab Sekolah Tak Lagi Swakelola

“Kami sangat siap untuk menerima keberatan itu, tetapi penerapan sistem zonasi tetap akan dilaksanakan sebagai upaya pemerataan penerima peserta didik baru,” pungkasnya.(Fn-Kief)

Related posts

DPC MOI KSB dan A87 Gelar Rapat Koordinasi, Matangkan Kegiatan Bhakti Sosial

Redaksi FocusNTB

Hingga September 2021, BRI Sudah Tutup 283 Unit Jaringan Kantor

Redaksi FocusNTB

BI Tetapkan Biaya Transfer Antar Bank Rp 2.500, Berlaku Desember 2021

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment