Focus NTB
HEADLINE NASIONAL NEWS

Bupati KSB dan Wali Kota Bekasi Jadi Contoh Sukses Kelola Sanitasi di Indonesia

FocusNTB, Bekasi – Dalam kegiatan dialog yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pengelolaan Air Limbah Pemukiman (Forkalim) bersama Mitra Samya atas dukungan UNICEF, mengajak Bupati Sumbawa Barat dan Walikota Bekasi menjadi keynote speaker dalam acara Twinning Program. Kegiatan tersebut bertempat di Aula Perkantoran Walikota Bekasi pada, Selasa (27/10/2021).

Dalam sambutan pembuka ketua Forkalim Khaidir Efendi selaku pelaksana kegiatan, sangat berkesan karena Forkalim telah dapat mempertemukan dua daerah dalam twining program, dan itu merupakan pekerjaan yang berat.

“Penyatuan kedua daerah tersebut sebagai suatu langkah strategis dalam membangun kerjasama dua daerah, bukan saja hanya persoalan limbah domestik, tapi juga kerjasama di bidang lainnya. Banyak pengalaman daerah terkait dalam pengelolaan sanitasi aman,” Jelas Khaidir.

Forkalim dalam hal ini sangat selektif, karena pengolahan limbah domestik di daerah belum sepenuhnya berhasil. Oleh karenanya Pemkab. Sumbawa Barat dan Pemkot Bekasi bisa berbagi pengalaman dengan daerah lainnya.
Ketua AKKOPSI Dr. H. Syarif Hasan, ketua Forum Apkasi, Unicef, kementerian bappenas, kementerian PUPR, kementerian kesehatan, mitra samya, Walikota jambi virtual. Perwakilan dari NTB, Jawa Barat.

Sementara itu Wakil Walikota Bekasi Dr. Tri ardianto yang bertindak sebagai Keynote speech menyampaikan kiat sukses Kota Bekasi dalam penanganan limbah domestik. Dikatakan Tri Ardianto bahwa untuk penanganan sanitasi aman dibutuhkan kerja bareng, meningkatkan kelembagaan dan SDM dalam mengelolah limbah domestik, pengelolaannya harus dari dari hulu ke hilir. Keberadaan IPLT terus ditingkat, dan insyaallah 5 tahun kedepan ada tambahhan, disadari memang bahwa covid 19 telah meluluhlantahkan perekonoian daerah dan menggeser semua program menjadi program penanganan covid-19.

“Kedepannya akan terus ditingkatkan upaya pelestarian alam, air limbah domestik secara keseluruhan akan dikelola, bukan saja limbah domestik rumah tangga, tetapi juga sektor usaha dengan cara penerapam teknologi. Memang dalam penanganan sampah masih butuh upaya serius dan penanganan khusus,” Ungkap Wakil Walikota Bekasi.

READ  PDI-P Sumbawa Barat Target 6 Kursi di Pileg 2024

Sementara itu Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M. selaku Keynote speech kedua dalam penyampaian awalnya mengucapkan terimakasih karena telah diberi kesempatan untuk bisa hadir dalam moment yang sangat penting tersebut. Melalui kegiatan tersebut menurut Bupati sebagai moment untuk belajar berbagi. Apa yang ada di Bekas idapat kami pelajari.Bupati mengakui bahwa banyak sekali perbedaan antara Kabupaten Sumbawa Barat dengan Kota Bekasi dan tentunya lebih maju.

“Dari segi jumlah penduduk saja jauh sekali. Kita Kabupaten Sumbawa Barat masih buka angka seribuan sementara Kota Bekasi sudah masuk dalam hitungan Jutaan dan bahkan hampir sama jumlahnya dengan penduduk Provinsi NTB,” ucap Bupati KSB.

Dalam kesemepatan tersebut Bupati juga mengungkapkan, kekhawatirannya terkait dengan penanganan limbah cair. Sebab jika tidak kita kelola dengan baik, maka kita termasuk mundur kebelakang.

“Oleh karenanya, bahwa penuntasan 5 Pilar STBM merupakan Kewajiban Pemerintah yang menjadi hak masyarakat. Pemerintah harus memprogramkan kegiatan, bagaimana masyarakat bisa mengakses 5 Pilar STBM dalam kehidupan sehari-hari, STBM adalah hak,” papar Bupati.

Oleh karenanya Kabupaten Sumbawa Barat telah menetapkan Perda Gotong Royong sebagai instrument yang mengawal semua program kerja daerah, yang menempatkan agen gotong royong sebagai garis terdepan dalam menjalankan program.

“Program 100 hari pertama periode pertama dan 100 hari pertama periode kedua telah memfokuskan penuntasan 5 Pilar STBM, dan terbukti sukses tuntas tepat waktu. Atas kinerja Gotong royong dalam penuntasan lima pilar STBM, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah mendapatkan rekor MURI,” tutup Bupati.

Sementara itu, perwakilan dari UNICEF, Kanan Nadhar menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja kedua daerah tersebut. Upaya untuk meningkatkan kerjasama, meningkatkan kualitas perlu terus dilakukan. Kedua Pemerintah Daerah telah melakukan hal sangat baik, upaya yang luar biasa sudah di capai. Budaya Indonesia yaitu gotong royong telah dapat dipertahankan.

READ  Dinas Sosial Sumbawa Barat Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H

“Kedua Daerah juga telah dapat menunjukkan political will yang kuat dalam menuntaskan program sanitasi Aman dan tuntas STBM. Tidak mustahil jika kedua pemimpin daerah tersebut memiliki kemapuan leadership yang kuat,” jelasnya.

Di beberapa daerah, lanjutnya, Open Defication Free (ODF) masih menjadi masalah. Oleh karenanya kedua daerah tersebut harus terus dipacu untuk bisa menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya.

“Sinergi menjadi hal yang sangat penting. UNICEF tetap berkomitmen untuk mednukung program yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan Pemerintah Kota Bekasi,” ujarnya.

Direktur Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan R. Vensya Sitohang, M.Epid dalam kesempatan tersebut turut memberikan tanggapan. Dalam kesempatan tersebut menekankan agar dalam penanganan program yang berkenaan dengan kesejahteraan masyarakat, tidak boleh ada seorang pun yang tertinggal dalam penangunan berkelanjutan.

“Pengawasan ditingkat rumah tangga perlu terus dipacu, air minum yang aman dan lain-lainnya. Saya sangat mengapresiasi twining program yang digagas, karena melalui itu akan nada saling memberi, dan bisa dapat refleksikan di kabupaten/kota lainnya di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Walikota Jambi Dr. H. Syarif Fasha, ME yang juga sebagai ketua Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi Se-Indonesia (AKKOPSI) menyampaikan pernyataannya bahwa AKKOPSI akan selalu konsiaten mendorong kabupaten/kota untuk akses sanitasi aman. Dibutuhkan strategi dan kolaborasi.dari sejak didirikan tahun 2009, AKKOPSI selalu mendorong seluruh Kabupaten Kota di Indoensia untuk menuju ke sanitasi Aman. Kolaborasi dua kabupaten/Kota antara Kota Bekasi dan Kabupaten Sumbawa Barat merupakan terobosan yang sangat bagus. Akan ada Simbiosis mutualisme, saling belajar satu sama lain. Di kota Bekasi kita dapat belajar Pengelolaan limbar cair aman, dan di KSB kami belajar STBM, Ungkap Syarif Fasha.

Demikian pula Direktur Sanitasi Kementerian PUPR, Prasetyo M.eng dalam kesempatan memberikan tanggapan, memberikan Apresiasi yang luar biasa kepada kedua daerah tersebut, akan ada upaya saling belajar berbagi pengalaman. Dan seterusnya tidak hanya terbatas di Bekasi dan KSB, tetapi seluruh Indonesia. Semnetara itu Direktur perumahn dan pemukiman PUPR. Tri Dewi Virgiyanti, juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi.

READ  Nasdem Gelar Rakoorwil, Wakil Bupati KSB Resmi Bergabung

Kerjasama Forkalim, UNICEF, AKKOPSI semoga terus ditingkatkan dan 5 aspek yang perlu diperhatikan dalam rangka membangun kinerja yang berkelanjutan.

” Yang perlu diperhatikan adalah kelembagaan, regulasi, masyarakat, pembiayaan, dan infrastruktur.ke-lima point tersebut menjadi faktor penting dalam upaya meningkatkan dan mempertahankan program sanitasi aman,” tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan rombongan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat ke lokasi IPLT Bekasi Sumur Batu, untuk melihat pengelolaan IPLT Bekasi dari dekat.(Fn)

Related posts

Wabup KSB Ajak Masyarakat Lamusung Teladani Sifat Rasulullah

Redaksi FocusNTB

Per-Agustus 2021, 191 KPM PKH Graduasi Mandiri

Redaksi FocusNTB

Kunjungi Sumbawa Barat, Brigjen TNI Syafrial : TMMD Wujud Nyata Implementasi Tugas TNI Membangun Desa

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment