Focus NTB
NEWS SUMBAWA

Mahasiswa Program Pejuang Muda Silaturahim Dengan Kadis Sosial KSB

FocusNTB, Sumbawa Barat — Mahasiswa yang tergabung dalam Program Pejuang Muda menyambangi Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kedatangan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi itu guna bersilaturahim dengan Kepala Dinas dan jajarannya.

Kegiatan silaturahim yang dilakukan oleh para mahasiswa Program Pejuang Muda tersebut, tentunya disambut baik oleh Kepala Dinas sosial, dr. Syaifuddin karena mereka merupakan mahasiswa yang digagas oleh Kementrian Sosial RI.

Sugianto, ST selaku koordinator Program Pejuang Muda mengatakan, bahwa jumlah mahasiswa yang tergabung dalam program Pejuang Muda ini berjumlah delapan orang yang berasal dari Universitas Nadhatul Ulama indoneisa jakarta, UNS, POLTEKESOS Bandung, UNJ, Dan UNDIP.

“Izin pak Kadis, Adik-adik mahasiswa ini rata-rata semester lima dan tujuh,” kata Sugianto, ST yang juga menjabat sebagai Kordinator PKH Kabupaten Sumbawa Barat, bertempat diaula Dinas Sosial, Senin (1/11/2021).

Ia menjelaskan, bahwa mahasiswa pejuang muda ini mendapatkan SK dari Kementerian Sosial yang langsung datang ke KSB dalam misi membantu pemutakhiran DTKS. Tak hanya itu, sasaran lainya juga membantu untuk memetakan, merancang program berbasis pemberdayaan sosial di bawah Dinas Sosial.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya kami selaku mahasiswa utusan Kementrian Sosial ini, dapat membantu carut marutnya data warga miskin kita, basis data terpadu kita yang sekarang disebut data terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” tukasnya.

Ditempat yang sama, Rajab selaku koordinator kelompo menyampaikan bahwa program pejuang muda ini merupakan laboratorium bagi kami untuk belajar dan terjun langsung untuk mengaplikasikan ilmu yang di dapatkan selama mengenyam pendidikan di bangku perkuliahan, untuk memberi dampak yang pasti kepada masyarakat.

“Program ini sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

READ  Legislator M. Nasir Gelar Reses III, Beri Bantuan Kepada Masyarakat Labuhan Lalar

Mahasiwa itu, kata dia, adalah pejuang dan sudah seharusnya mereka terjun ke lapangan, sejatinya tidak ada perjuangan yang lebih baik dari perjuangan untuk menjadikan ilmu sebagai sarana untuk memberikan dampak kepada msayarakat.

Sementara, Kadis sosial dr. Syaifuddin menyampaikan ada beberapa faktor penghambat validasi DTKS, mulai dari luas wilayah, peran petugas di lapangan sampai kepada pelaporan ke kementrian menjadi kendala.

“Maka kegiatan ini sangat kami dukung dan support agar dua bulan ke depan adik-adik diharapkan bisa terus berkoordinasi dengan kami untuk melaporkan hasil kajian mereka selama dua bulan berada di Kabupaten Sumbawa Barat,” katanya.

dr. Syaifuddin berharap agar para adik-adik mahasiswa tersebut dapat betah dan bisa menikmati pariwisata yang ada di sumbawa barat ini sebagai pengobat jenuh tugas-tugas yang ada.

“Mengingat para mahasiawa yang tergabung dalam menyukseskan program tersebut harus terpisah dengan kedua orang tua, keluarga dan lainnya selama menjalankan tugas di sumbawa barat ini,” pungkasnya.(Fn-Kf)

Related posts

Imbas Wabah Covid-19, Ratusan Warga KSB Kehilangan Pekerjaan

Redaksi FocusNTB

Progress Cukup Baik, Vaksinasi di Sumbawa Barat Capai 1.325 Dosis

Redaksi FocusNTB

Partai Lambang Ka’bah Resmi Dukung Paslon Firin-Fud Jilid II

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment