Focus NTB
HEADLINE NEWS

Terapkan Koperasi Syariah, Diskoprindag KSB Komitmen Brantas Praktik Bank Rontok

FocusNTB, Sumbawa Barat — Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berkomitmen membrantas praktik Bank Rontok melalui penerapan Koperasi Syariah.

Hal tersebut disebabkan setelah menjamurnya koperasi bodong yang dinilai ilegal dan semakin marak praktik bank rontok alias penagih hutang dari pintu ke pintu serta rentenir di tengah masyarakat.

Dengan maraknya praktek tersebut yang sudah cukup meresahkan warga membuat pemerintah memberi perhatian serius melalui Dinas Koperindag yang menargetkan penerapan koperasi syariah di tahun 2022 mendatang.

“Praktik yang dilakuakan oleh pihak Bank Rontok yang ada sekarang ini jelas sudah melanggar peraturan perundang – perundang undangan yang berlaku,” kata Nurdin Rahman, SE selaku Kepala Dinas Koperindag KSB kepada awak media. Selasa (16/11/2021).

Mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2012, tentang Perkoperasian, sudah jelas diatur tentang apa itu koperasi simpan pinjam dan apa itu unit simpan pinjam non koperasi. Selain itu dalam pasal 3 UU Koperasi dengan tegas disebutkan bahwa koperasi itu dijalankan berdasarkan atas asas kekeluargaan.

“Sehingga jelas kita akui secara bersama bahwa banyaknya bank rontok atau praktik simpan pinjam yang ilegal karna awalnya mereka datang ke sini sebelum ada anggota,” jelasnya.

Dikarenakan pada aturan sebelumnya, membuat tibulnya dugaan keberadaan Koperasi tersebut ilegal, dimana yang seharusnya menjadi nasabah koperasi adalah anggota koperasi itu sendiri. Sedangkan yang terjadi dilapangan, banyak masyarakat yang bukan termasuk nasabah yang diberikan pinjaman dan dengan cara penagihannya yang tidak sesuai dengas asas kekeluargaan.

“Dengan cara mereka membuat timbul rasa tidak nyaman dan gelisah bagi masyarakat, padahal Koperasi itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya,” jelas Nurdin.

READ  Bupati KSB dan Wali Kota Bekasi Jadi Contoh Sukses Kelola Sanitasi di Indonesia

Dengan tindakan penagihan di lapangan yang jauh dari asas kekeluargaan menyebabkan keberadaan mereka bukannya dapat menjadi faktor pendongkrak peningkatan tatanan perekonomian nasional yang demokratis dan berkeadilan, malah sebaliknya membuat muncul kekhawatiran dari masyarakat jika mendengar nama Koperasi.

“Sehingga itulah asal usul sebelum adanya Inovasi program Koperasi syariah yang rencananya akan kita terapkan tahun depan,” imbuh Nurdin yang dikenal dengan nama Pak Deo tersebut.

Karena Koperasi yang tidak dijalankan benar-benar sesuai aturan yang didukung dengan keberadaan praktik penagih hutang atau biasa disebut bank rontok bersamaan dengan bunga yang tinggi padahal para peminjam sudah membayar setoran pokok yang wajib dibayar guna untuk menjadi anggota keluarga koperasi tersebut, membuat Diskoprindag mengambil langkah akan membuat koperasi syariah di tahun 2022 mendatang.

“Dalam perosesnya, kami akan menggandeng aparat penegak hukum dalam penumpasan praktek tersebut,” katanya.

Demi mensukseskan pembasmian kegiatan simpan pinjam yang melanggar aturan yang berlaku dalam undang-undang, pihaknya akan menggandeng aparat penegak hukum untuk menumpasnya.

“Setelah pembasmian kami akan mengarahkan Baznas KSB untuk melebarkan sayap menjadi koperasi syariah,” tegas Deo.

Dikarenakan di Baznas itu terkumpul zakat dan infak serta sedekah para ASN KSB secara sistematis dan berkelanjutan. Sehingga Baznas mengelola uang lumayan besar.

“Oleh karena itu kedepan, kami arahkan Baznas untuk membuat koperasi simpan pinjam syariah. Tentunya tanpa bunga. Sehingga para pedagang bakulan dan usaha kecil bisa menjadi anggota koperasi tersebut,” pungkasnya. (Fn-Ind)

Related posts

Sekjen MOI KSB : PT AMNT Kolonialis Baru Era Modern, Hengkang Saja Dari KSB

Redaksi FocusNTB

Tuntaskan Pilar 4 & 5 STBM, Bupati Harap Agen PDPGR Jangan Dianggap Pesaing

Redaksi FocusNTB

Kelabui Petugas Dengan Ganti Plat Mobil, Warga Ampenan Mataram Ditahan

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment