Focus NTB
HEADLINE NEWS SUMBAWA

Tahun Ini Dinas PUPR KSB Rehab 134 Rumah

FOTO. Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman Dinas PUPR KSB, Sri Sulastiati ST.,MM

FocusNTB, Sumbawa Barat — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 2,6 miliar untuk program rehabilitasi sebanyak 134 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Program bedah rumah ini merupakan bagian dari upaya Kementerian PUPR meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program Bantuan Stimulan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Prihal diatas disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (PUPRPP), Lalu Azhar melalui Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman, Sri Sulastiati ST.,MM saat diwawancarai media diruang kerjanya, Selasa (30/11/2021).

“Ini bukti nyata bahwa Pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak bagi MBR. Kami harapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman,” kata Sri Sulastianti.

Dalam kurun waktu 11 Bulan ini, dari Bulan Januari hingga November 2021 sebanyak 134 unit rumah telah rehab dan ditingkatkan kualitasnya oleh Kementerian PUPR oleh DPUPRPP KSB melalui program BSPS.

“Ke-134 unit rumah yang kami rehab tahun ini. Diantaranya berada di Desa Moteng, Desa Beru, Seteluk Atas, Desa Goa, Desa Manemeng, Kelurahan Sampir dan Kelurahan Menala,” ungkap Sri Sulastianti.

Ia menambahkan, rumah yang layak huni harus memenuhi persyaratan berupa keselamatan bangunan (peningkatan kualitas konstruksi bangunan), kesehatan penghuni (pemenuhan standar kecukupan cahaya dan sirkulasi udara serta ketersediaan MCK) dan kecukupan minimum luas bangunan (pemenuhan standar ruang gerak minimum per-orang).

“Kami ingin mendorong prakarsa dan upaya masyarakat dengan menumbuhkembangkan keswadayaan penerima bantuan, karena salah satu prinsip BSPS adalah masyarakat sebagai pelaku utama,” jelasnya.

READ  H. Deden Zaidul Bahri Mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

Kepada media ini juga, Sri menjelaskan persyaratan bagi masyarakat ‘ditanah pariri lema bariri’ ingin menikmati bantuan yang diberikan oleh Kementerian PUPR ini. Yakni, Membuat proposal yang berisikan Foto Copy KTP, KK, Alamat rumah, Foto Rumah, Hak milik atas tanah dapat berupah SPPT Maupun Sertifikat, dan Surat rekomendasi dari Kelurahan atau Desa setempat.

Selama ini, ungkapnya, banyak masyarakat kita yang menginginkan agar rumah tempat kediamannya direhap, tetapi bukan miliknya sendiri. Itulah mengapa seluruh persyaratan harus dilengkapi jika ingin menerima bantuan ini.

“Ini semua semata-mata apa yang menjadi hajad baik dari Pemerintah agar tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh pemilik rumah beserta keluarganya,” pungkasnya.(Fn-Kief)

Related posts

Bendungan Bintang Bano Berpotensi Jadi Objek Wisata Alam

Redaksi FocusNTB

Gubernur NTB Menerima Kunjungan Pemerintah Rusia

Redaksi FocusNTB

Ini Syarat bagi Karyawan Swasta agar Dapat Bantuan Rp 600.000

Redaksi FocusNTB

Leave a Comment